Ilustrasi (Foto: THE EDITOR)

JAKARTA – Perubahan gaya hidup dan budaya membuat banyak orang stres karena tidak sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungan. Akhirnya yang mereka ingin lakukan adalah jalan-jalan agar penat yang dirasakan bisa lepas.

Di bawah ini adalah beberapa macam model wisata ala manusia modern di Indonesia sekarang ini. Jenis wisata di bawah ini banyak ditemukan hampir di seluruh Indonesia yang sayangnya belum dikelola dengan benar. Dan ternyata wisata ketemu dukun dan paranormal juga ramai di Tanah Air. Simak ulasan The Editor di bawah ini:

Wisata Mistik

Tidak masuk akal tapi itulah kenyataan yang sedang terjadi di Jakarta saat ini. Fenomena para penikmat wisata dari berbagai usia ternyata tumbuh menjadi manusia yang sangat suka dengan hal-hal yang berbau mistik. Wisata ini banyak diminati oleh pria dan wanita diatas 20 tahunan. Kehadiran mereka di tempat-tempat keramat bisa dikatakan cukup sering.

Misalnya berkunjung ke makam raja-raja kuno Indonesia dengan tujuan untuk mendapat berkah. Orang yang suka jenis wisata mistik biasanya akan mendatangi juru kunci atau penjaga makam untuk mengetahui sejarah di masa lalu. Padahal tugas semacam ini semestinya jadi bagian sejarawan dan arkeolog.

Wisata Pendidikan

Presiden Joko Widodo hari ini, Sabtu (6/5) lewat akun Instagramnya mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih sering traveling ke seluruh Indonesia dengan cara yang bijak. Diantaranya dengan membantu masyarakat biasa mempromosikan kuliner Tanah Air yang sulit dijangkau menjadi mudah didapatkan.

Presiden Jokowi berharap kedepannya remaja Indonesia yang melek teknologi dapat membantu perekonomian masyarakat dengan berani mempromosikan kuliner khas Indonesia lewat teknologi. Dalam prakteknya, Jokowi mengajak mahasiswa untuk berperan serta dalam aksi ini.

Wisata Spiritual

Terkait dengan wisata spiritual, Indonesia baru mengembangkan konsep pariwisata jenis ini sejak tahun 2017. Namun konsep pariwisata spiritual yang dimaksud adalah lebih kearah pembelajaran akan sejarah sebuah situs atau cagar budaya. Bukan dengan melibatkan dukun atau paranormal di dalamnya. Wisata spiritual akan berkembang di Indonesia bila para sejarawan dan arkeolog dilibatkan dalam prosesnya.

Yasinta Sistya, seorang Instruktur Meditasi mengatakan bahwa mereka yang suka dengan spiritualitas adalah orang yang tidak berhenti mencari jati dirinya.

“Ya tentu saja dunia perdukunan n spiritual itu beda. Kalau spiritual kan itu bagaimana manusia mencari jati dirinya sebagai mahluk yang diciptakan oleh Tuhan yang berperan sebagai bagian dari alam semesta raya ciptaan Tuhan itu,” ujar Yasinta.

Dalam praktek mencari jati diri, lanjut Yasinta, tiap orang bisa mencarinya dimana saja. Saat berhasil menemukannya, orang semacam ini biasanya semakin rendah hati karena berhasil hidup dengan sadar seiring dengan waktu. Sementara itu mereka yang menjalankan praktek perdukunan dalam perjalanannya memiliki karakter yang cenderung ingin menunjukkan kekuatannya demi kepentingan pribadi.

“Walau mungkin kekuatan supernaturalnya itu bisa dia pakai untuk menolong orang. Tapi, kalau misalnya egonya lebih besar dari pada cinta kasihnya dan kesadarannya akan posisinya sebagai hamba Tuhan, ya jadinya cuman buat pamer saja,” ungkap Yasinta yang juga suka bepergian ke negara-negara Asia untuk bermeditasi.

Yasinta bercita-cita bisa jalan-jalan ke seluruh dunia sembari memperdalam ilmu meditasinya. Meski sudah menjadi seorang instruktur namun keinginan wanita penulis buku ‘Merdeka’ ini untuk belajar tentang meditasi di seluruh dunia memang sangat besar.

Sayangnya saat ini wisata spiritual baru diisi oleh orang yang disebut penjaga kunci dan sepuh, bukan sejarawan. Agar hal serupa tidak terjadi lagi, pemerintah harus turun tangan agar perkembangan pariwisata dengan konsep spiritual bisa maju sebagaimana di luar negeri, seperti Angkor Wat, Sungai Gangga, Vatikan, Tembok Ratapan dan lain sebagainya.

Wisata Kesehatan

Negara-negara modern dengan kemampuan teknologi tinggi akhir-akhir ini mulai menjual wisata kesehatan. Taiwan misalnya, negara ini memoles wisata kesehatan dengan cara yang unik. Pelayanan tingkat tinggi dan tentunya mahal diberikan kepada setiap pelanggan yang ingin merawat kesehatannya di Taiwan.

Taiwan tidak menjual wisata kesehatan dengan metode unit gawat darurat karena yang dijual adalah fasilitas perawatan modern nan canggih yang ditujukan bagi orang-orang yang ingin menjaga kesehatannya dengan sempurna. Indonesia adalah salah satu target pasar mereka karena banyaknya pasien asal Tanah Air yang lebih memilih mendapatkan perawatan di Singapura dan Malaysia ketimbang di negeri sendiri.

Cara Agar Bahagia Saat Traveling

Traveling yang sehat itu sangat penting agar tidak berakhir pada tujuan-tujuan yang tidak sesuai aturan sehingga jadi boros. Salah satu cara agar bisa berwisata dengan sehat adalah dengan menyusun daftar tempat wisata yang hendak dituju. Bila mengetahui lebih detail tentang perjalanan Anda di masa depan, maka Anda pasti bisa menikmati setiap daerah yang akan dituju.

Banyak wisatawan yang bepergian tanpa pernah peduli tentang destinasi yang hendak mereka tuju. Orang semacam ini biasanya cenderung lebih mudah tersesat dan menghabiskan banyak uang di transportasi saat berwisata.

Selain itu, berwisatalah dengan orang-orang yang membuat Anda nyaman agar Anda bisa menikmati setiap suguhan wisata yang akan ditemui. Tidak mungkin kan Anda makan hati selama perjalanan karena berangkat dengan orang yang tidak Anda kenal kepribadiannya?  Selamat berwisata!

Leave a Reply

  • (not be published)