Sumber Foto: flickr.com

TANAH KARO – Sistem kekerabatan yang kuat mengharuskan masyarakat Karo untuk menghadiri pesta pernikahan, acara adat kematian atau pesta lainnya yang diadakan oleh tuan rumah. Masyarakat Karo membangun tempat yang disebut jambur atau losd sebagai tempat untuk merayakan berbagai macam pesta. Uniknya, jambur ini ada di setiap desa.

Jadi, tidak heran bila biaya pernikahan di Tanah Karo tidak semahal di perkotaan karena tiap desa dan kota memiliki gedung bersama yang tentunya dihias sebagaimana budaya mereka. Cukup bayar iuran kebersihan dan alat dapur maka gedung tersebut sudah bisa Anda pakai sampai puas.

Jambur semacam ini tidak ada di Indonesia kecuali di Tanah Karo. Memang tidak melulu dipakai untuk pesta perkawinan, namun juga untuk pesta adat kematian. Di Tanah Karo, kematian manusia dirayakan semeriah kematian lewat acara adat.

Beberapa desa di Tanah Karo belum memiliki jambur yang ideal untuk diadakannya pesta berkelas internasional. Salah satunya adalah buruknya sanitasi dan lantai yang tidak dirawat secara teratur. Dengan kata lain kurang mendapat perawatan dari penduduk setempat.

Namun di tempat lain banyak jambur yang sudah ditata rapi selayaknya gedung serba guna. Dimana lantai dijaga dengan baik, bahkan dilapisi keramik, kemudian sanitasi juga sangat terjaga. Jambur seperti ini biasanya jadi tempat berkumpulnya warga baik siang ataupun sore hari.

Rata-rata, warga Suku Karo merayakan pesta pernikahan dan pesta kematian selama tiga hari berturut-turut. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa gedung serba guna untuk melalui prosesi ini.

Jaman dahulu, jambur dibangun dengan kayu-kayu khas di Tanah Karo. Bentuk atapnya miring keluar dengan ijuk sebagai penutupnya. Tanduk kerbau diletakkan dibagian puncak atas bagian depan jambur. Bentuk jambur juga dibuat lebih tinggi dari bangunan rumah biasa sehingga bisa dilihat dari sudut manapun.

Namun, di jaman sekarang jambur kebanyakan sudah menggunakan atap seng tanpa tanduk kerbau. Hanya beberapa desa saja yang masih memiliki jambur dengan tradisi kuno Tanah Karo.

Leave a Reply

  • (not be published)