Pohon almond di Bonvile, New South Wales, Australia yang sudah selesai dipanen (Foto: Muhammad Dahrul Azmy)

AUSTRALIA – Almond adalah spesies pohon asli dari Timur Tengah, namun menurut arkeolog, pohon badam ini sudah ada sejak 6000 tahun lalu di Yunani.

Almond sangat kaya akan nutrisi dan sering juga dijadikan dalam produk kecantikan, terutama untuk kulit sensitif.

Pohon almond dapat tumbuh 5-10 meter. Karena berbuah cukup banyak, perkebunan-perkebunan besar di Australia umumnya menggunakan mesin penggetar pohon agar buahnya jatuh ke tanah. Saat menggunakan mesin ini, tak hanya buah, dedaunan pohon badam ini juga akan berjatuhan.

Selain mesin penggetar pohon, perkebunan almond di Australia juga menggunakan mesin pengumpul yang khusus dibuat untuk memisahkan buah almond dengan tanah dan daun.

Meski sudah menggunakan mesin, ternyata tidak semua buah almond berhasil jatuh ke tanah. Sisa-sisa buah yang tetap bertahan di pohon umumnya adalah almond muda yang belum cukup usia untuk dipanen.

Agar berbuah lagi di musim berikutnya, pemilik kebun harus membersihkan pohon almond dari daun dan sisa buah. Caranya adalah dengan memukul ranting pohon dengan bambu, jadi yang tersisa hanya pohon badam tanpa daun yang siap berbunga.

“Namanya pulling, pulling itu seperti membersihkan sisa-sisa buah almond di pohonnya yang tidak terambil saat musim dipanen atau buah yang matangnya telat. Semua harus dibuang dari tangkainya,” ujar Pemetik buah asal Indonesia yang bekerja di Australia, Muhammad Dahrul Azmy kepada The Editor, Sabtu (18/7).

Leave a Reply

  • (not be published)