Naomi Osaka saat mengumumkan mundur dari pertandingan Prancis terbuka 2021 (Foto: John Nacion/Star Max/ THE EDITOR)

Naomi Osaka saat mengumumkan mundur dari pertandingan Prancis terbuka 2021 (Foto: John Nacion/Star Max/ THE EDITOR)

AMERIKA SERIKAT – Apa yang terjadi di pertandingan terbuka yang berlangsung di Amerika Serikat saat itu? Ia disoraki oleh penonton karena kemenangannya.

Masih jelas dalam ingatan setiap penonton di layar kaca saat Naomi menarik topinya lebih bawah agar air mata yang keluar dari ujung matanya tak terlihat.

Bagi sebagian orang penjelasan Naomi dan Serena tentang situasi yang terjadi saat itu mungkin sudah selesai dan tidak berarti apa-apa. Nyatanya tidak demikian.

Naomi Osaka lebih memilih membayar denda sebesar 15.000 dolar dan tidak bertanding di ajang Prancis terbuka tahun 2021 dengan alasan kesehatan mental.

Majalah Forbes merilis bahwa keluarnya Naomi Osaka ini karena Naomi menolak berbicara dengan media. Padahal aturan ini merupakan standar yang telah ditetapkan oleh Turnamen Ground Slam (GST).

Keputusan Naomi untuk mundur dari ajang Prancis terbuka ternyata membawa serangan balik yang ganas. Beberapa media dengan cepat merilis bila Naomi adalah atlet lemah, manja egois. Dan tentu saja kesehatan mental Naomi di ruang kerja tentu jadi isu utama media tersebut. Mulai dari lengannya yang patah hingga oergekangan kaki yang terkilir terus jadi topik pembicaraan.

Inti dari tajuk utama media tentang Naomi Osaka ini adalah tentang tanggung jawab perusahaan agar menyediakan tempat kerja yang sehat.

Tren kuno yang memaksa karyawan untuk mengorbankan diri menurut media sudah tidak populer lagi. Karena akibat yang ditimbulkan adalah karyawan tidak lagi mau bertanggung jawab pada fasilitas kantor,  seperti mematikan lampu usai bekerja.

Lapangan tenis adalah tempat kerja Naomi sehari-sehari. Dia rela meninggalkan pekerjaan yang Ia cintai demi menyembuhkan kesehatan mentalnya. Ia tak sendirian karena satu dari lima orang bisa terkena penyakit mental seumur hidupnya. Apa yang dapat kita pelajari dari Naomi tentang advikasi kesehatan mental untuk diri sendiri di tempat kerja?

  1. Menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas utama.

Melindungi kesehatan mental setiap hari sangat penting, bahkan saat perusahaan tempat Anda bekerja tidak melakukannya. Buang orang-orang yang tidak menyenangkan keluar jendela. Utamakan kesehatan mental Anda pribadi. Apa yang dilakukan Naomi agar kesehatan mentalnya tetap terjaga?

Jawabannya adalah perawatan diri. Yang Ia lakukan itu tidak egois karena Ia memilih kesehatannya dari pada harus bertanding dalam keadaan tertekan. Naomi Osaka adalah satu-satunya orang di planet ini yang tahu cara bertindak melindungi dirinya agar kesejahteraan mentalnya tetap terjaga.

1. Pertahankan kendali atas karier Anda

Jangan pernah bahayakan kesehatan mental Anda demi karir. Tidak peduli seberapa besar tekenan yang diberikan oleh atasan Anda. Jangan biarkan kesehatan mental Anda kalah dari keputusan kantor.

2. Tetapkan Batasan

Ikuti contoh Osaka yang bersedia mengatakan tidak ketika perusahaan membuat tuntutan yang tidak masuk akal yang bertentangan dengan kesehatan mental Anda.

3. Jangan permalukan diri sendiri

Anda tidak lemah atau egois saat menolak untuk tunduk pada tuntutan tempat kerja yang tidak sehat. Anda adalah orang normal yang merespons situasi yang tidak normal. Beberapa karyawan dilahirkan dengan tekad pit-bull, sementara yang lain lebih rentan terhadap tekanan di tempat kerja.

4. Milikilah pendukung yang sehat

Pertahankan sistem pendukung yang dekat dan kuat. Mintalah keluarga, teman, dan rekan kerja yang dapat Anda andalkan di saat-saat sulit. Petenis hebat Serena Williams dan perenang medali emas Olimpiade Michael Phelps datang ke pertahanan Naomi Osaka dan mendukung keputusannya untuk menjaga dirinya sendiri.

5. Tunjukkanlah sikap profesional

Naomi merilis pernyataan yang menyatakan bahwa ada harapan dan solusi bagi kedua belah pihak yang bertikai di masa depan.

6. Pertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan Anda

Tidak ada yang bisa memberitahu Anda untuk berhenti dari pekerjaan Anda tanpa mengetahui detail intim pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda. Mungkin bermanfaat untuk berkonsultasi dengan HRD atau konselor untuk mempertimbangkan pro dan kontra meninggalkan pekerjaan yang tidak memberikan makna dan tujuan atau yang mengharuskan Anda mengorbankan kesehatan mental dan kesejahteraan Anda. Naomi melakukan apa yang perlu dia lakukan untuk dirinya sendiri.

Leave a Reply

  • (not be published)