Serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di Kota Gaza pada Senin, 17 Mei 2021 (Foto: AP /Hatem Moussa/ THE EDITOR)

KOTA GAZA – 54 jet tempur Israel menjatuhkan 110 amunisi tepat sasaran di 35 target dalam waktu 20 menit. Jerusalem Post mengatakan bahwa pesawat jet Israel juga menghantam 9 tempat tinggal yang disebut-sebut sebagai tempat tinggal komandan tertinggi Hamas.

Lokasi tersebut diduga juga jadi tempat disembunyikannya berbagai macam infrastruktur teror dan senjata milik Hamas.

Sementara itu, rumah yang diserang oleh militer Israel adalah milik komandan batalyon Beit Hanoun dan komandan kompi di Beit Hanoun, batalion Sabara di Kota Gaza dan batalion Shati.

Serangan udara Israel juga menyerang infrastruktur militer yang digunakan untuk komando dan kontrol di rumah seorang operator Hamas yang bertanggung jawab atas intelijen militer di Shejaiya.

Saat Hamas terus meluncurkan roketnya, disaat yang bersamaan juga rumah pemimpin Hamas Gaza Yahya Sinwar dan saudaranya Muhammad yang bertanggung jawab atas logistik dan perekrutan tenaga kerja Hamas juga dihancurkan. Rumah ini juga berfungsi sebagai infrastruktur teror yang sangat penting.

Komandan Senior Jihad Islam Palestina Hasam Abu Harbid dinyatakan tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza utara pada Senin (7/5). Peristiwa tersebut terjadi ketika roket milik Hamas menembaki daerah  yang diblokade secara terus menerus ke arah komunitas Israel selatan.

Juru Bicara Militer Israel Brigjen Hidai Zilberman mengatakan kepada wartawan bahwa tak lama setelah pembunuhan Abu-Arbid, militer menargetkan sebuah mobil di dekat pantai Gazan di sektor utara Jalur Gaza dan kapal angkatan laut submersible otonom.

“Kami mengakui persiapan untuk serangan maritim, kapal maritim itu telah dibawa ke pantai dan dalam perjalanannya untuk melakukan serangan teror di perairan Israel ketika dihantam dan hancur total. Beberapa operator yang berada di dalam mobil tersebut tewas,” kata Zilberman.

Udara militer Israel menyerang hingga mencapai ratusan kilometer jaringan terowongan bawah tanah Metro dimana Hamas beroperasi untuk ketiga kalinya dalam semalam pada hari Senin. Militer Israel menyerang 15 kilometer dari garis C, garis perbatasan Israel dan Gaza.

Leave a Reply

  • (not be published)